dampak kenaikan harga BBM, positif atau negatif?

BBM naik? Pemerintah dihujat sana-sini, LSM mulai demo, para “aktivis” agama (saya sorot Islam karena itu yang saya lihat dan dengar) “mulai berkicau”, dan “mahasiswa” mulai buat ribut di jalanan yang membuat orang lain senewen karena kemacetan makin parah. Mengenai peristiwa seperti ini saya punya pandangan pribadi yang ingin saya bagi. Semoga para pembaca berkenan membaca tulisan yang panjang ini.

BBM di pasar internasional makin tinggi harganya. Saya baca di sini harga minyak dunia itu sampai 122, 9 USD per barrel. Mengingat negara kita masuk dalam perekonomian dunia, saya kira wajar kalau harga minyak naik. Seperti harga komputer saja, nilai rupiah turun ya harga komputer naik. Belum lagi pipa minyak Arab meledak, makin sedikit barang makin mahal harganya.

Pemerintah dituduh tidak pro rakyat karena harga BBM naik alias subsidi dihapus. Kalau saya lihat di kehidupan sehari-hari, pengguna BBM bersubsidi itu sebagian besar adalah orang mampu. Padahal subsidi itu untuk orang tidak/kurang mampu. Lihat saja orang-orang yang berkendaraan roda empat, mereka memakan bensin lebih banyak dan tetap menggunakan premium. Saya asumsikan para pemilik kendaraan roda empat (mobil) adalah orang mampu. Orang-orang yang kurang mampu menggunakan sepeda motor yang jelas lebih irit bahan bakar. Lebih ironis lagi, para mahasiswa/siswa yang lebih sering makan di restoran mahal dengan membawa kendaraan pribadi, mereka lebih memilih menggunakan premium. Jadi saya bisa katakan kalau subsidi pemerintah itu salah sasaran.

Terkait masalah ekonomi kita, memang ketika minyak mahal, biaya produksi naik, dan pada akhirnya harga barang juga ikut naik. Sekarang kita lihat lagi pemandangan sehari-hari. ketika seseorang berkata usaha rakyat bisa gulung tikar karena tidak bisa memenuhi biaya produksi, saya kira itu omong kosong. Kenapa? Mereka masih bisa membuat barang yang sama, kualitas yang sama, dan dengan harga yang lebih mahal tentunya. Kalau mempermasalahkan siapa yang akan membelinya, tentu saja kita yang harus jadi pembelinya. Masalahnya kita lebih suka barang impor daripada produksi lokal meskipun kualitasnya sama.

Saya juga sekarang melihat orang-orang yang sebenarnya mampu itu, mayoritas dari mereka, boros dalam menggunakan apa yang mereka miliki. Ambil contoh pergi ke mall hanya untuk cuci mata, keliling kota dengan mobil pribadi yang jelas-jelas itu hanya membuang-buang bahan bakar dan buang waktu juga. Gaya hidup juga makin memperlihatkan borosnya orang mampu. Lihat saja berapa orang yang masih sekolah (SMA, SMP) menggunakan kendaraan pribadi sendiri dan perangkat komunikasi canggih yang sebenarnya mereka belum perlu. Dengan memiliki kendaraan sendiri tentu saja godaan untuk kelayapan juga makin besar, ditambah dengan harga bensin yang murah karena subsidi. Saya masih bisa berbangga  karena beberapa teman saya lebih memilih menggunakan BBM tanpa subsidi, itu artinya teman saya itu memang beli bensin dengan harga yang sebenarnya, tanpa meminta subsidi.

Hal lain yang saya lihat adalah pemborosan makanan. Maksudnya? Lihat saja berapa orang yang sering membuang-buang makanan dengan alasan tidak habis, kebanyakan, atau semacamnya. Saya pribadi makanan itu adalah pilihan sehingga orang yang memilihnya harus menyantapnya sampai habis atau bagaimana caranya makanan itu bisa habis dengan cara yang terhormat. Nah, cara terhormat ini yang saya kira memiliki interpretasi yang berbeda untuk tiap orang. Kembali pada ajaran tata krama dalam menghadapi makanan kalau begini ceritanya.

Saya juga secara pribadi bakal kerepotan dengan kenaikan harga BBM. Sebagai pengguna rutin jasa angkutan umum saya jadi harus membayar lebih mahal untuk tujuan yang sama. Saya ambil sis baiknya saja, saya harus mengurangi bepergian yang kurang berguna seperti ke mall untuk sekedar jalan-jalan atau ke kampus hanya untuk bermain tanpa arah yang jelas. Dengan begini saya juga harus menentukan jika saya ingin ke kampus, saya harus menentukan apa saja yang harus dikerjakan sehingga tidak perlu bolak-balik.

Selain itu, dengan mahalnya harga makanan saya berharap tidak ada lagi orang yang membuang-buang makanan dengan alasan terlalu banyak, pedas, atau yang lainnya. Mereka bisa memesan makanan dengan porsi yang lebih kecil atau tidak pedas. Kalau memang ternyata tidak bisa, kembalikan saja makanan itu kepada penjualnya karena memang bukan itu yang kita ingin makan. Makanan itu bisa dipilih.

Hal yang lain adalah kurangi bepergian yang tidak perlu. Lebih baik waktu malam (untuk mereka yang suka kelayapan malam-malam) digunakan untuk tidur saja, lebih sehat, lebih nyaman juga. Ingat, tidur itu proses menetralkan racun, radikal bebas, dan pemulihan sel-sel yang rusak/mati. Jangan lupa kalau banyak kanker yang bisa dicegah dengan tidur. Kalau tidak tidur ya menonton televisi bersama keluarga juga bagus, menambah kebersamaan dan kedekatan antara anggota keluarga. Masih banyak yang bisa dilakukan malam-malam selain bepergian tapi kalau sekali-sekali tentu saja itu bukan masalah.

Sampai di sini saja saya menulis pendapat saya ini. Semoga tidak ada yang tersinggung. Jika memang ada pendapat yang berbeda, silakan saja disampaikan karena kenaikan harga BBM tentu saja ada dampat baik dan buruknya. Selamat malam, membaca, dan berpikir.

7 Comments

Filed under melodica

7 responses to “dampak kenaikan harga BBM, positif atau negatif?

  1. norm

    Saya sangat sepakat dgn tulisan ini,,, hasil pertanian sekarang ini semakin krisis, lahan2 yg mulanya hutan dibabat untuk dijadikan pertanian/perkebunan, tapi Kita malah membuang makanan itu sia-sia?
    Sudah tau bahan bakar itu penyebab polusi, banyaknya kendaraan penyebab macet, tapi untuk beli makanan di tempat yg tidak terlalu jauh saja harus pake motor krn males jalan/mengayuh sepeda onthel?

    Kalo liburan sih g harus tidur atau nonton TV, Kita jg butuh interaksi sosial, bersepeda keliling kampung/kota juga asyik, hiking menikmati pemandangan dg jalan kaki jg asyik..

    Membeli produk impor itu bukti bahwa orang luar negeri sudah sukses membodohi Kita, padahal jelas-jelan Negara Indonesia paling kaya dalam hal Keanekaragaman hayatinya,, heuheu menyedihkan negeri KIta ini, maunya yg praktis2, yg enak2 saja g mau susah…

    • impor sebetulnya boleh saja selama kita memang belum bisa membuat sendiri tapi jangan keenanakan impor terus jadi males berusaha mandiri. tentang jalan-jalan saya setuju, dengan jalan kaki kita bisa bertemu orang face-to-face lebih banyak dibandingkan dengan berkendaraan.

  2. nopribae

    Negara mana yg mau import klu di negara nya sendiri bisa memproduksinya, tp masalahnya dana untuk melakukan ekplorasi minyak dan gas bumi bukan dana yg kecil ditambah lg resiko apabila tidak mendapatkan ladang minyak yg diharapkan menjadi tanggung jawab perusahaan. Pertamina selama ini berusaha dan selalu berusaha mencari jalan untuk mendapatkan wilayah eksplorasi tapi selalu di tentang pemerintah dgn alasan ketidakmampuan perusahaan sehingga harus diserahkan ke perusahaan asing contohnya aja nih blok cepu yg menjadi milik medco, pastinya hasil minyak lari ke luar negeri, hanya sebagian kecil untuk memenuhi konsumsi negara kita.
    Andaikan wilayah ladang minyak trsebut diserahkan ke pertamina mungkin semua pengelolaan bisa dilakukan di negeri kita sendiri, dengan penambahan kilang pengelolaan sehingga akan meningkatkan penghasilan negara dan penambahan tenaga kerja. dan minyak yg dihasilkan bisa untuk memenuhi pangsa pasar sendiri karena tidak perlu di ekspor.
    Kita selalu mempersoalkan masalah lalu, dan kita tidak pernah untuk melihat masa depan, BBM subsidi akan selalu di subsidi walaupun kisarannya akan dikurangi untuk menutupi anggaran defisit negara, sehingga biaya untuk kebutuhan penggunaan bbm subsidi bisa dialihkan ke pendidikan dan kesehatan, karena kekuatan negara ada di dua lembaga ini Pendidikan dan kesehatan, masyarakat yg tinggi pendidikan dan kesehatan terjamin akan membentuk kepribadian bangsa yang kuat.
    BBM bersubsidi hanya melemahkan bangsa kita sebagai bangsa yg miskin karena masyarakatnya selalu merasa miskin, dan kata2 miskin tidak sesuai lagi denga makna yg sebenarnya.
    Miskin arti sebenarnya adlah dimana kondisi seseorang tidak bisa/kesulitan dalam memenuhi kehidupan prminer/dasar seperti sandang, pangan dan papan, sedangkan kendaraan (Mobil dan Motor) menjadi kebutuhan sekunder klu ini terpenuhi tidak bisa lagi orang tersebut dikatakan miskin.
    BBM Bersubsidi tidak akan dihilangkan dari negeri ini karena merupakan bagian dari amanat undang-undang 45 pasal 33. jd akan tetap disubsidi walaupun kisarannya dikurangi ini untuk mencegah terjadinya penjajahan berulang dibidang ekonomi. (tidak perlu dijelaskan apabila kita harus bersaing dgn perusahaan asing, apabila perusahaan minyak kita jatuh apa yg akan terjadi (kekuatan perekonomian kita ditopang oleh kekuatan energi, minyak dan gas) apabila jatuh jawabannya penjajahan berulang, jaga terus nasionalisme selamatkan negeri dgn menggunakan produk dlm negeri)

    • nopribae

      Negara mana yg mau import klu di negara nya sendiri bisa memproduksinya, tp masalahnya dana untuk melakukan ekplorasi minyak dan gas bumi bukan dana yg kecil ditambah lg resiko apabila tidak mendapatkan ladang minyak yg diharapkan menjadi tanggung jawab perusahaan. Pertamina selama ini berusaha dan selalu berusaha mencari jalan untuk mendapatkan wilayah eksplorasi tapi selalu di tentang pemerintah dgn alasan ketidakmampuan perusahaan sehingga harus diserahkan ke perusahaan asing contohnya aja nih blok cepu yg menjadi milik medco, pastinya hasil minyak lari ke luar negeri, hanya sebagian kecil untuk memenuhi konsumsi negara kita.
      Andaikan wilayah ladang minyak trsebut diserahkan ke pertamina mungkin semua pengelolaan bisa dilakukan di negeri kita sendiri, dengan penambahan kilang pengelolaan sehingga akan meningkatkan penghasilan negara dan penambahan tenaga kerja. dan minyak yg dihasilkan bisa untuk memenuhi pangsa pasar sendiri karena tidak perlu di ekspor.
      Kita selalu mempersoalkan masalah lalu, dan kita tidak pernah untuk melihat masa depan, BBM subsidi akan selalu di subsidi walaupun kisarannya akan dikurangi untuk menutupi anggaran defisit negara, sehingga biaya untuk kebutuhan penggunaan bbm subsidi bisa dialihkan ke pendidikan dan kesehatan, karena kekuatan negara ada di dua lembaga ini Pendidikan dan kesehatan, masyarakat yg tinggi pendidikan dan kesehatan terjamin akan membentuk kepribadian bangsa yang kuat.
      BBM bersubsidi hanya melemahkan bangsa kita sebagai bangsa yg miskin karena masyarakatnya selalu merasa miskin, dan kata2 miskin tidak sesuai lagi denga makna yg sebenarnya.
      Miskin arti sebenarnya adlah dimana kondisi seseorang tidak bisa/kesulitan dalam memenuhi kehidupan prminer/dasar seperti sandang, pangan dan papan, sedangkan kendaraan (Mobil dan Motor) menjadi kebutuhan sekunder klu ini terpenuhi tidak bisa lagi orang tersebut dikatakan miskin.
      BBM Bersubsidi tidak akan dihilangkan dari negeri ini karena merupakan bagian dari amanat undang-undang 45 pasal 33. jd akan tetap disubsidi walaupun kisarannya dikurangi ini untuk mencegah terjadinya penjajahan berulang dibidang ekonomi. (tidak perlu dijelaskan apabila kita harus bersaing dgn perusahaan asing, apabila perusahaan minyak kita jatuh apa yg akan terjadi (kekuatan perekonomian kita ditopang oleh kekuatan energi, minyak dan gas) apabila jatuh jawabannya penjajahan berulang, jaga terus nasionalisme selamatkan negeri dgn menggunakan produk dlm negeri)

      • subsidi memang tidak perlu dihilangkan tetapi dipindah atau diganti penerimanya. selama ini yang disubsidi adalah benda mati, seperti bahan bakar. kenapa tidak manusia saja yang disubsidi? toh lebih berguna. meskipun pasti ada orang yang mengakali dirinya supaya terlihat miskin dan dapat subsidi padahal dia mampu. banyak orang main curang sekarang ini.

  3. Mardiana

    Betul sekali pendapat tersebut,

  4. novita sari

    kenapa indonesia selalu kekurangan BBM padahal indonesia adalah penghasil minyak bumi terbesar tapi mngapa tidak bisa mengelolanya sendiri……..8l
    dan,,,,,,,:p
    Kita selalu mempersoalkan masalah lalu, dan kita tidak pernah untuk melihat masa depan, BBM subsidi akan selalu di subsidi walaupun kisarannya akan dikurangi untuk menutupi anggaran defisit negara, sehingga biaya untuk kebutuhan penggunaan bbm subsidi bisa dialihkan ke pendidikan dan kesehatan, karena kekuatan negara ada di dua lembaga ini Pendidikan dan kesehatan, masyarakat yg tinggi pendidikan dan kesehatan terjamin akan membentuk kepribadian bangsa yang kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s