apa yang dilakukan ketika barang sudah rusak?

Ketika ada cerita tentang seseorang yang berusaha memperbaiki sesuatu, apa komentar orang-orang di sekelilingnya? Biasanya ini yang saya temukan.

  1. Itu memang sudah rusak, ngapain sih dibetulin?
  2. Oh, itu masih bisa diperbaiki? Bukannya lebih murah beli baru?
  3. Kau bisa memperbaiki itu? Bagaimana caranya?
  4. Wah, kamu hebat ya bisa memperbaiki hal seperti itu.

Respon satu memperlihatkan watak seseorang yang boros, pesimis, dan bodoh tingkat ringan. Kenapa? Karena dia tidak punya pengetahuan apa-apa sehingga langsung memberikan penilaian bahwa sesuatu yang rusak itu harus tetap dibiarkan rusak. Berbeda dengan respon dua sampai dengan empat yang menyatakan ada pemikiran serta pertimbangan mengenai untung-ruginya melakukan perbaikan.

Contoh lain, ketika ada orang yang sedang melakukan tindakan terhadap sesuatu dan tindakannya merusak dan kemudian ia dapat peringatan dari orang lain, apa responnya? Ini juga yang saya dengar.

  1. Emang kenapa? Toh benda ini juga rusak, peduli amat sih.
  2. Apa urusan lo? Barang-barang gue ini, apa urusan lo?
  3. Oh, sori-sori. Ini tadi saya ketok-ketok kali aja bisa betul lagi.
  4. Eh, merusak ya? Oke, oke, nanti saya cari cara memperbaikinya

Respon pertama dan kedua itu adalah jelas respon bodoh dan tidak berakal sama sekali. Ini respon orang-prang yang biasanya semaunya sendiri, keras kepala, tidak mau mendengarkan orang lain. Memang iya kalau barang rusak itu harus dibuat tambah rusak? Memang iya kalau lingkungan kotor harus dibuat tambah kotor? Memang iya kalau orang yang berperilaku tidak baik terus dibuat tetap tidak baik dan dibuat tambah parah?

Respon ketiga dan keempat menunjukkan ketidaktahuan seseorang tentang  cara memperbaiki barang rusak. Orang ini harus diajari dulu dan jangan diberi omelan. Kedua respon ini menunjukkan adanya minat seseorang untuk belajar lebih jauh tentang cara mempergunakan barang-barang lebih baik dan santun. Berbeda dengan respon pertama dan kedua.

Anda masuk yang mana? Golongan ignorant and lazy person atau not-knowing-all and yet ready to learn?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s